IMG-20160613-WA0082

    Photo Kadis Pendidikan Pemprov Babel M Soleh

    BangkaBelitung,Mapikor,– Nilai Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat tahun 2016 mengalami penurunan, hal ini terjadi secara nasional tidak hanya di Bangka Belitung dan tentunya menjadi perhatian semua kalangan demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs. M. Soleh, MM di ruang kerjanya, Senin (13/06).

    Penurunan nilai Ujian Nasional SMP di Bangka Belitung mencapai tiga poin dari tahun sebelumnya hal ini dapat dikarenakan nilai ujian nasional tidak lagi menentukan kelulusan seorang siswa, sehingga siswa merasa tidak perlu bekerja keras belajar untuk meraih nilai, yang penting ikut ujian dan lulus secara nasional penurunan ini mencapai 1,5 hingga 4 poin.

    “ Motivasi dan anak sendiri rendah karena ujian nasional tidak menentukan kelulusan. Kalau dahulu untuk kelulusan ujian nasional harus memiliki nilai rata rata 55 dan tidak boleh memiliki nilai kurang dari 40, mau tidak mau anak harus dipersiapkan sematang  mungkin dari pihak sekolah, orang tua dan bimbingan belajar. Kita Babel turunnya hanya tiga poin, artinya tahun lalu 54,19 dan tahun ini 51, 27 kita cukup bagus, jika dilihat turunnya nilai UN SMP secara nasional, ” jelas M. Soleh

    Selain itu pihak sekolah disinyalir juga menurun dalam memotivasi prestasi anak didiknya dalam meraih nilai tertinggi, dan para guru juga sekarang kebingungan karena kisi-kisi soal kini susah untuk diprediksi karena diambil dari irisan  kurikulum 2006 dan 2013 sehingga tidak bisa ditebak soal apa yang akan keluar hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena bisa diperdiksi, “ lanjut M. Soleh.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam siaran persnya  Bangka Belitung termasuk 7 provinsi dengan Indeks Integritas Ujian Nasional tertinggi nomor 3 setelah Jogyakarta dan DKI Jakarta, mengungguli Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu dan Kepulauan Riau, “ terang M. Soleh.

    Dibalik penurunan nilai Ujian Nasional tersebut ternyata Bangka Belitung termasuk provinsi dengan penyelenggaraan ujian dengan tingkat integritas yang tinggi, kejujuran merupakan  langkah pasti untuk perbaikan dunia pendidikan.

    “ Kita memang mengalami penurunan tapi ada kebanggaan dibalik itu, ada integritas kejujuraan hal ini yang kita utamakan,” terang M. Soleh.

    Menurutnya kejujuran adalah bekal dasar utama para siswa untuk meraih masa depan dan dengan hasil nilai yang jujur ini membuat pemerintah daerah kabupaten dan kota serta provinsi punya dasar untuk mengambil langkah dan tindakan yang lebih serius lagi dalam memajukan dunia pendidikan di tingkat SMP sederajat di provinsi ini. baik itu dari pihak sekolahnya, pendidik dan peserta didik agar ke depannya hasil nilai ujian lebih baik lagi.

     “ Kita akan bisa memetakan harus berbuat apa kedepanya, kalau semua bagus guru bagus, murid bagus, kalau sudah tahu seperti itu kita bisa memetakan kelemahan dan kekurangan kita di mana untuk diperbaiki,” tuturnya.

    Untuk memecahkan permasalahan seputar UN, kata M. Soleh. Seluruh SKPD Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di undang ke Jakarta oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membahas seputar permasalahan Ujian Nasional berbasis komputer dan Ujian Perbaikan Nasional di tahun 2016. 

     “ Cuma beda Ujian Nasional kali ini ada perbaikan dan kami di undang ke Jakarta pada hari senin sampai hari rabu untuk membahas permasalahan Ujian Nasional berbasis komputer dan ujian perbaikan nasional 2016 sehingga anak anak yang nilainya kurang di bawah 55 boleh ikut ujian perbaikan,” katanya.

    Peran Serta Semua pihak menentukan Hasil UN

    M. Soleh, selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berpendapat bahwa penentuan hasil nilai Ujian Nasional SMP sederajat yang nilainya menurun disebabkan banyak factor diantaranya faktor internal siswa itu sendiri seperti semangat belajar menurun perhatian orang tua yang kurang dan lingkungan yang tidak mendukung. Oleh sebab itu lanjut M. Soleh mengharapkan agar orang tua jangan percaya sepenuhnya kepada anaknya melainkan ikut adil dalam mengawasi anak-anaknya dalam proses belajar. Jangan sebaliknya menyerahkan sepenuhnya pada pihak sekolah. “ Faktor internal dari anak diri sendiri ada tekat untuk dapat nilai bagus. Keberhasilan pendidikan bukan tangung jawab pihak sekolah tapi tanggung jawab semua pihak, ” ucapnya. Sambil menambahkan seluruh pendidikan se-tingkat SMA natinya diambil alih oleh provinsi di tahun 2017, tujuannya agar terjadi pemerataan kualitas pendidikan di Babel

    Berita dari Humas Pemprov Babel

    Categories: DAERAH BICARA

    Leave a Reply


    Featured Video

    DI DUGA KUAT ALEX...

    Posted on Oct - 5 - 2017

    0 Comment

    “PETUGAS PLN MEL TAMONOB...

    Posted on Oct - 5 - 2017

    0 Comment

    DUGAAN KUAT ADANYA BERBAGAI...

    Posted on Jul - 7 - 2017

    0 Comment

    Memperingati Hut Ke 14...

    Posted on May - 2 - 2017

    0 Comment

    SEPEDA SANTAI JALIN SILATURAHMI...

    Posted on Oct - 16 - 2016

    0 Comment

    Terlibat Narkoba – Mantan...

    Posted on Oct - 8 - 2016

    0 Comment

    370 MAHASISWA KKN UBB...

    Posted on Jul - 20 - 2016

    0 Comment

    Lahan Pala Belum Dapat...

    Posted on Sep - 24 - 2016

    0 Comment

    Tangkal Teroris dan Aliran...

    Posted on Jan - 25 - 2016

    0 Comment

    Twitter updates

    No public Twitter messages.

    Sponsors

    • Reliable web hosting from WebHostingHub.com.
    • Domain name search and availability check by PCNames.com.
    • Website and logo design contests at DesignContest.com.
    • Reviews of the best cheap web hosting providers at WebHostingRating.com.